Sering Membuat Status Sindiran Tanda Psikologis Terganggu

- Jumat, 25 Juni 2021 | 16:59 WIB
Sering Membuat Status Untuk Sindiran Tanda Psikologis Terganggu
Sering Membuat Status Untuk Sindiran Tanda Psikologis Terganggu

AyoCirebon.com - Platform media sosial diciptakan untuk membuat anda dan teman-teman anda terhubung lebih dekat. Dalam kata lain, media sosial ada untuk mendekatkan yang tidak ada. Menghilangkan jarak yang tidak bisa dilalui dalam hitungan waktu. Serta menjadikan platform diskusi ringkas dan berguna.

Namun dalam implementasinya, media sosial acap kali digunakan sebagai alat untuk mengekspresikan perasaan berlebih lewat sebuah tulisan, gambar atau video dalam sebuah media yang dikenal dengan "status". Dilansir The Verge dalam sebuah tulisan terkait "Mental Health", sebuah survey pada 2017 yang mengikutsertakan para pengguna media sosial aktif memberikan hasil mengejutkan.

Hampir 83% pengguna sosial sengaja membuat status untuk menunjukkan eksistensi dirinya pada khalayak dan koleganya. Dari total pengguna tersebut hampir 3/4 nya mengaku bahwa status yang mereka buat ditujukkan untuk seseorang. Para pengguna media sosial ini juga mengaku merasa puas jika status yang ia buat, pesannya sampai pada orang yang ia tuju.

Hasil penelitian dari Harvard mengenai "Mental Health" dan "Social Media" menunjukkan bahwa orang dengan psikologi yang tidak stabil kerap menggunakan fitur media sosial untuk mengekspresikan diri dan meluapkan emosinya. Bahkan lebih dari itu, kebiasaan ini menimbulkan masalah kesehatan baru dimana tidak adanya kepuasan jika sindiran yang ia buat tidak sampai pada orang yang dituju.

Efek dari hal ini adalah rusaknya stabilitas emosi serta terganggunnya psikologi. Selain itu, orang yang jauh dari media sosial dan jarang mengungkapkan perasaan lewat sebuah "status" di platform media sosial dikatakan lebih bahagia serta ia merasa bahwa ketenangan diri lebih dirasakan sangat dekat.

Beberapa penyintas penyakit jiwa mengatakan, mereka merasa sangat tertekan dan stres jika sindiran yang ia lontarkan tidak sampai pada orang yang ia maksud. Bahkan beberapa orang dengan nekad menghamburkan uangnya untuk memasang iklan dan baligo hanya untuk menyindir rival yang mereka maksud. Penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang kerap kali memperlihatkan perasaan mereka lewat status di media sosial menunjukkan tingkat ketidakstabilan yang sangat amat parah. Dapat diartikan bahwa mereka yang kerap membuat status untuk menyindir seseorang di media sosial, memiliki gangguan psikologis.

Hasil survey lainnya mengatakan bahwa mereka yang menyaksikan status-status sindiran di media sosial merasakan bahwa para pembuat status adalah orang bodoh, haus pengakuan, serta kehidupan yang terlalu sempit. Bahkan sebuah kelompok menyangsikan para pembuat status di media sosial yang sengaja menyindir agar segera berhenti karena apa yang mereka lakukan itu berbahaya bagi keadaan jiwanya.

Jadi bagi kamu yang sering menyindir seseorang lewat status di media sosial agar lebih dikurangi bahkan dihilangkan. Bukan tanpa alasan, efeknya tidak hanya bagi sosial tapi juga bagi diri pribadi serta kesehatan mental.

Editor: Handy Dannu Wijaya

Tags

Terkini

Rekomendasi HP Kamera Terbaik 2021, Wajib Koleksi!

Kamis, 23 September 2021 | 07:45 WIB

Boris Preman Pensiun Diamankan Polisi Gegara Narkoba

Rabu, 15 September 2021 | 19:21 WIB

Bergembiralah! Ini Panduan Seks Aman saat Pandemi

Kamis, 9 September 2021 | 18:41 WIB
X