5 Fakta Penyebab Diet Gagal Turunkan Berat Badan

- Rabu, 12 Mei 2021 | 10:42 WIB
Ilustrasi diet gagal menurunkan berat badan [suara.com/shutterstock]
Ilustrasi diet gagal menurunkan berat badan [suara.com/shutterstock]

AYOCIREBON.COM-- Tak sedikit orang yang gagal melakukan penurunan berat badan padahal sudah melakukan diet ekstra. Kamu mungkin bingung, karena tubuh manusia cenderung memberi kompensasi dengan hemat energi, membatasi jumlah kalori yang dibakar sehingga mempengaruhi rejimen penurunan berat badan.

Pasti Anda mungkin pernah mendengar dan melihat orang-orang mengalami kelaparan untuk menurunkan berat badan. Ada juga bagian orang yang berolahraga ketat untuk menurunkan berat badan.

Nah, inilah kesalahan utama menurunkan berat badan. Penting untuk makan sehat jika ingin menurunkan berat badan seperti dilansir Boldsky

Ini 5 Fakta Penyebab Diet Gagal Turunkan Berat Badan:

Fakta 1

Menurut penelitian, sekelompok neuropeptida neurologis agouti neuron (AGRP) di daerah otak hipotalamus berkontribusi terhadap termostat kalori yang mengatur berat badan, serta mengatur berapa banyak kalori yang dibakar.

Bila aktif, neuron ini membuat lapar dan mendorong untuk makan, tapi bila tidak ada makanan yang tersedia, mereka cenderung mengompensasi pengurangan kalori.

Fakta 2

 "Temuan kami menunjukkan bahwa AGRP di otak mengoordinasikan nafsu makan dan pengeluaran energi. Hal ini dapat menghidupkan dan mematikan untuk membakar atau memberi cadangan kalori tergantung pada apa yang tersedia di lingkungan," kata Clemence Blouet dari Universitas Cambridge di Inggris.

Fakta 3

"Ketika kita makan lebih sedikit, tubuh mengompensasi dan membakar lebih sedikit kalori, yang membuat menurunkan berat badan lebih keras," kata Blouet menambahkan.

Fakta 4

Namun, begitu makanan tersedia dan mulai makan, tindakan neuron AGRP terganggu dan pengeluaran energi kembali naik ke tingkat normal.

Fakta 5

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal eLife, para peneliti mengidentifikasi mekanisme baru yang menyesuaikan tubuh dengan asupan kalori rendah dan membatasi penurunan berat badan pada tikus.

Dengan menggunakan trik genetik untuk mengganti neuron AGRP 'on' dan 'off', mereka dengan cepat dan secara reversibel memanipulasi aktivitas neuron pada tikus. Sebuah temuan yang dapat membantu dalam merancang terapi baru atau yang lebih baik di masa depan untuk membantu mengurangi makan berlebih dan obesitas.

Editor: A. Dadan Muhanda

Tags

Terkini

Rekomendasi HP Kamera Terbaik 2021, Wajib Koleksi!

Kamis, 23 September 2021 | 07:45 WIB

Boris Preman Pensiun Diamankan Polisi Gegara Narkoba

Rabu, 15 September 2021 | 19:21 WIB

Bergembiralah! Ini Panduan Seks Aman saat Pandemi

Kamis, 9 September 2021 | 18:41 WIB
X