Banyak Negara Tunda Vaksinasi AstraZeneca, Perusahaan Pembuat Sampaikan Pembelaan

- Selasa, 16 Maret 2021 | 11:41 WIB
ilustrasi vaksin AstraZaneca. (Pixabay)
ilustrasi vaksin AstraZaneca. (Pixabay)

AYOCIREBON.COM -- Pemerintah Indonesia menunda program vaksinasi Covid-19 menggunakan merek AstraZeneca. Selain karena isu penggumpalan darah pada pengguna seperti laporan sejumlah negara, pemerintah perlu memastikan keamanan penggunaan berdasarkan pemeriksaan lembaga-lembaga kesehatan, misalnya WHO.

Selain Indonesia, sejumlah negara lain pun menunda atau menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneka. Mengutip Suara.com, negara-negara itu di antaranya Austria, Bulgaria, Denmark, Prancis, Jerman, Islandia, Irlandia, Italia, Beland, Norwegia, Romania, Spanyol, dan Thailand. 

AYO BACA: Rizal Ramli Ragu Jokowi tak Tertarik Jabatan Presiden 3 Periode
AYO BACA: Pejuang PTN Wajib Penuhi Ini dalam UTBK SBMPTN 2021 

Mereka mengambil keputusan itu walaupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar program vaksinasi tetap berjalan alias tidak dihentikan. WHO pun pada Senin (15/3/2021) menyatakan bahwa tidak ada bukti vaksinasi menimbulkan efek samping penggumpalan darah. 

Namun begitu, Badan pengawas obat-obatan Eropa (EMA), mengatakan bahwa jumlah kasus tromboemboli (bekuan darah serta bekuan darah yang bergerak) memang terjadi. Namun jumlahnya tidak lebih tinggi dari jumlah orang yang menerima vaksin secara umum.

Pada 10 Maret, sudah 30 kasus kejadian tromboemboli dilaporkan terjadi di antara hampir lima juta orang yang disuntik vaksin AstraZeneca di wilayah Eropa.

WHO mengatakan pula, hingga 12 Maret, dari 300 juta dosis vaksinasi, tidak ada kasus kematian akibat vaksin. Misalnya di Inggris dengan 10 juta dosis vaksinasi pada warganya, dan laporan efek samping serius berkenaan suntikan vaksin itu tanpa bukti.

Pembelaan AstraZeneca

Sementara itu, AstraZeneca membantah soal efek samping penggumpalan darah. Mereka mengatakan tidak menemukan bukti bahwa vaksin Covid-19 buatannya meningkatkan risiko penggumpalan darah seperti yang menyebabkan beberapa negara menghentikan peluncuran suntikan.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Rekomendasi HP Kamera Terbaik 2021, Wajib Koleksi!

Kamis, 23 September 2021 | 07:45 WIB

Boris Preman Pensiun Diamankan Polisi Gegara Narkoba

Rabu, 15 September 2021 | 19:21 WIB

Bergembiralah! Ini Panduan Seks Aman saat Pandemi

Kamis, 9 September 2021 | 18:41 WIB
X