Insomnia Kronis dan Akut, serta Penyebabnya

- Jumat, 18 Desember 2020 | 21:15 WIB
Ilustrasi insomnia atau sulit tidur. (Pixabay/blende12)
Ilustrasi insomnia atau sulit tidur. (Pixabay/blende12)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Gangguan sulit tidur alias insomnia ternyata mempunyai jenisnya masing-masing, antara lain kronis dan akut. Tanda keduanya masih meliputi sulit tidur, sulit tertidur pulas, sulit untuk kembali tidur setelah terbangun di tengah malam, atau kombinasi ketiganya.

Perbedaannya, insomnia akut terjadi selama jangka pendek, bisa berlangsung selama tiga bulan atau kurang dari itu. Sedangkan insomnia kronis terjadi lebih dari tiga bulan secara berturut-turut.

Berdasarkan Insider, insomnia kronis lebih cenderung mengembangkan masalah kesehatan lain, termasuk depresi, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Ada dua penyebab insomnia kronis, yaitu primer dan sekunder.

Menurut Vishesh K. Kapur, MD, direktur obat tidur di sekolah kedokteran Universitas Washington, insomnia sekunder disebabkan oleh kondisi medis penyerta, seperti sleep apnea.

Sebaliknya, insomnia primer adalah akibat langsung dari bagaimana otak dan tubuh tetap bekerja ketika mencoba tertidur.

"Orang dengan insomnia primer cenderung hyperalert dan memiliki aktivitas sistem saraf simpatik yang lebih besar," kata Kapur.

Sistem saraf simpatik terlibat dalam respons tubuh terhadap situasi yang membuat stres. Orang dengan insomnia primer juga mengalami kesulitan karena mereka menyangka tidur yang buruk.

"Jika aku berjuang dengan insomnia dari waktu ke waktu, pikiranku akan berpikir, 'Aku tidak akan bisa tertidur', dan itu menjadi mantra yang terwujud dengan sendirinya," sambungnya.

Faktor gaya hidup

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Rekomendasi HP Kamera Terbaik 2021, Wajib Koleksi!

Kamis, 23 September 2021 | 07:45 WIB

Boris Preman Pensiun Diamankan Polisi Gegara Narkoba

Rabu, 15 September 2021 | 19:21 WIB

Bergembiralah! Ini Panduan Seks Aman saat Pandemi

Kamis, 9 September 2021 | 18:41 WIB
X