Waspadai Praktik Jual Beli Sertifikat Vaksin Palsu, Beredar via Medsos dan Libatkan Mantan Relawan

- Selasa, 14 September 2021 | 16:48 WIB
Sindikat jual beli vaksin palsu dibongkar Polda Jawa Barat, salah satu tersangka relawan vaksinasi. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S)
Sindikat jual beli vaksin palsu dibongkar Polda Jawa Barat, salah satu tersangka relawan vaksinasi. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM- Waspadai praktik jual beli sertifikat vaksin Covid 19 palsu. Kebanyakan pelaku menawarkan sertifikat vaksin tanpa perlu disuntik lebih dulu via media sosial (medsos) dengan iming - iming biaya murah.

Polda Jawa Barat pun membongkar setidaknya 2 kasus praktik penjualan sertifikat vaksin palsu. Pada salah satunya, praktik jual beli sertifikat vaksin dilakukan seorang mantan relawan vaksinasi yang tergabung dalam sindikat kejahatan.

Sindikat jual beli sertifikat vaksin palsu tanpa disuntik lebih dulu itu secara keseluruhan melibatkan 3 orang yang kini berstatus tersangka dan menjadi tahanan Polda Jabar. Sementara, pada sebuah kasus yang sama, polisi menahan seorang tersangka lain.

Dalam kasus yang melibatkan mantan relawan vaksinasi berinisial IF (27), Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menjelaskan, IF telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai mantan relawan vaksin Covid 19 terhadap akses ke situs pcare.bjps-kesehatan.go.id/vaksin/login.

IF diketahui masih memiliki akses ke situs yang terhubung dengan aplikasi PeduliLindungi itu.

Selain IF, polisi telah menahan 2 rekannya yang lain, MY (26) dan HH (27) yang berperan sebagai agen penawar jasa pembuatan sertifikat vaksin palsu melalui media sosial.

"MY dan HH agen pemasaran jasa sertifikat vaksin melalui media sosial, dan pembuat sertifikat vaksin dilakukan oleh mantan relawan vaksinasi (IF)," kata Erdi di Gedung Ditlantas Polda Jabar sebagaimana dilaporkan Ayobandung.com (jaringan Ayocirebon.com).

Dari penyalahgunaan wewenang ini, IF, MY, dan HH telah membuat sertifikat vaksin palsu hingga mencapai 26 sertifikat dengan keuntungan Rp4 juta.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Pol Arif Rahman membeberkan, pengungkapan sindikat ini berawal dari patroli siber yang dilakukan pihaknya terhadap akun - akun media sosial yang menawarkan jasa penerbitan sertifikat vaksin tanpa disuntik dengan biaya murah.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rekomendasi HP Kamera Terbaik 2021, Wajib Koleksi!

Kamis, 23 September 2021 | 07:45 WIB

Boris Preman Pensiun Diamankan Polisi Gegara Narkoba

Rabu, 15 September 2021 | 19:21 WIB

Terpopuler

X