Diduga Curang, Peserta CASN yang Libatkan Kepala BKPSDM Buol Terancam Didiskualifikasi

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 16:27 WIB
SKD CPNS. (Ayobandung.com)
SKD CPNS. (Ayobandung.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- Peserta seleksi kompetensi dasar calon pegawai negeri sipil atau SKD CPNS yang terindikasi melakukan kecurangan dengan dugaan keterlibatan Kepala BKPSDM Buol, terancam didiskualifikasi.

Indikasi kecurangan mewarnai SKD CPNS di titik lokasi (tilok) mandiri Pemkab Buol, tepatnya Gedung BKPSDM Kabupaten Buol. Dalam praktiknya, salah seorang peserta diduga menerima bantuan dari Kepala BKPSDM Buol.

Tak hanya peserta SKD CPNS, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Menteri PANRB), Tjahjo Kumolo juga sepakat dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Panitia Seleksi Nasional Pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021 untuk menindak tegas pegawai di Buol yang terlibat sebab dugaan tindakan ini mengarah pada tindak pidana.

"Kasus kecurangan ini harus diusut dan segera diselesaikan sesuai hukum dan peraturan perundang - undangan yang berlaku. Jika terbukti, pelakunya juga harus mendapat hukuman setimpal," tegas Menpan RB, Tjahjo Kumolo dikutip dari laman Kementerian PANRB, Rabu, 27 Oktober 2021.

Kementerian PANRB sendiri telah berdiskusi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengambil langkah lebih lanjut terkait dugaan kecurangan pada SKD CPNS yang melibatkan Kepala BKPSDM Buol ini.

Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo sendiri telah beroleh informasi ihwal dugaan kecurangan pada SKD CPNS yang melibatkan Kepala BKPSDM Buol. Tindakan itu dilakukan dengan modus remote access.

Modus ini memungkinkan seseorang yang berada di lokasi berbeda mengakses komputer yang digunakan peserta saat tes berlangsung. Orang tersebut kemudian membantu peserta untuk menyelesaikan soal - soal ujian.

"Cara kerja kecurangannya dengan menginstall software remote akses sehingga PC yang digunakan peserta bisa diakses dari luar lokasi ujian. Software ini dipasang / diinstall oleh Kepala BKPSDM bersama dua orang lainnya pada malam hari," kata Tjahjo Kumolo melalui keterangan tertulisnya yang dilansir ayocirebon.com dari Republika, Selasa, 26 Oktober 2021.

Tjahjo Kumolo membeberkan, hasil bukti rekaman kamera pengawas (CCTV) sempat memperlihatkan tindak kecurangan itu sengaja dihapus oleh oknum. Namun, tim BKN dan BSSN berhasil memulihkannya.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Batal Pulkam, Pemerintah Hapus Libur Natal 2021

Rabu, 27 Oktober 2021 | 12:13 WIB

Gaduh Kabar Megawati Sakit, PDIP Beri Bantahan

Kamis, 9 September 2021 | 13:56 WIB
X