Batal Pulkam, Pemerintah Hapus Libur Natal 2021

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 12:13 WIB
Ilustrasi libur natal yang dihapuskan pemerintah tahun ini. (Pexels/Kristina Paukshtite)
Ilustrasi libur natal yang dihapuskan pemerintah tahun ini. (Pexels/Kristina Paukshtite)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- Pemerintah menghapus libur natal pada 24 Desember 2021. Masyarakat diminta tidak bepergian menjelang Natal 2021, termasuk pulang kampung atau dengan alasan lain di luar situasi darurat.

Aparatur Sipil Negara (ASN) pun dilarang mengambil cuti pada tanggal libur natal tersebut. Ketentuan ini tercantum dalam Surat Edaran Menteri PAN - RB Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian ke Luar Daerah dan / atau Cuti Bagi ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021.

Penghapusan libur natal, menurut pemerintah, dimaksudkan sebagai langkah antisipasi terjadinya gelombang ke - 3 kasus Covid 19. Masa libur natal diputuskan dihapu untuk mencegah pergerakan orang yang berpotensi menyebarkan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid 19.

Keputusan pemangkasan libur natal termuat dalam Surat Keputusan Bersama atau SKB 3 Menteri Nomor 712 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021 tentang Tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama 2021.

"Kita upayakan menekan sedikit mungkin yang akan berpergian dan ini sudah diberi pagar - pagar pembatasan. Mulai dari tidak adanya libur cuti bersama, kemudian pelarangan mereka untuk mengambil cuti akan kita lakukan," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Menko PMK, Muhadjir Effendy saat Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dilansir dari laman resmi Kemenko PMK, Rabu, 27 Oktober 2021.

Rapat tersebut digelar bersama Menhub Budi Karya Sumadi, perwakilan Dirlantas seluruh Indonesia, Dishub seluruh Indonesia, Satgas Covid 19, beserta stakeholder terkait secara daring dan luring pada Selasa, 26 Oktober 2021.

Bagi masyarakat yang terpaksa harus bepergian, diingatkan untuk melengkapi syarat perjalanan. Saat ini, untuk menaiki moda transportasi minimal harus sudah menerima vaksin dosis pertama.

Untuk transportasi udara disyaratkan surat negatif PCR Test, sedangkan untuk perjalanan darat menerapkan syarat negatif tes antigen.

Di sisi lain, pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan pada destinasi juga dimintanya dilakukan pihak terkait, salah satunya gereja saat perayaan natal, pusat perbelanjaan, maupun objek wisata.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Batal Pulkam, Pemerintah Hapus Libur Natal 2021

Rabu, 27 Oktober 2021 | 12:13 WIB

Gaduh Kabar Megawati Sakit, PDIP Beri Bantahan

Kamis, 9 September 2021 | 13:56 WIB
X