Jiwasraya Disinyalir Langgar Ketenagakerjaan, Pekerja 'Dipaksa' Mengundurkan Diri hingga Hak Cuti Tak Dibayark

- Rabu, 22 September 2021 | 09:55 WIB
PT Asuransi Jiwasraya (Persero) diduga melanggar ketentuan ketenagakerjaan yang merugikan para pegawainya. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
PT Asuransi Jiwasraya (Persero) diduga melanggar ketentuan ketenagakerjaan yang merugikan para pegawainya. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- PT Asuransi Jiwasraya (Persero) diduga melakukan sejumlah pelanggaran ketenagakerjaan. Imbas dari problem yang membelitnya.

Ketua Serikat Pekerja Jiwasraya, Hotman David mengungkapkan, masalah yang menjerat PT Asuransi Jiwasraya telah berdampak pada para pekerjanya. Hal yang terjadi di dalam tubuh Jiwasraya diindikasi berhubungan dengan pelanggaran ketenagakerjaan.

"Saat ini terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi para pegawai dan serikat pekerja Jiwasraya," ungkap Hotman David melalui keterangan resmi kepada Ayoindonesia.com (jaringan Ayocirebon.com), Selasa 21 September 2021.

Menurutnya, Jiwasraya diduga telah melanggar hak dan syarat kerja dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan UU yang berlaku.

Salah satu indikasi pelanggaran itu berupa perpindahan pegawai kepada pihak lain. Situasi itu, lanjut Hotman David, diduga bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Dia menyebutkan, saat ini ada rencana corporate action / aksi perusahaan dan / atau restrukturisasi yang mengakibatkan terjadi peralihan pegawai dari perusahaan ke pihak lain.

Rencana perpindahan pegawai kepada pihak lain, terang Hotman David, didahului pengunduran diri para pegawai tanpa kompensasi yang jelas. Mereka kemudian melakukan proses rekrutmen, asesmen, dan lainnya, tanpa kepastian hubungan kerja.

"Tidak ada transparasi dan akuntabilitas atas kepastian hubungan kerja, syarat dan norma kerja, pengupahan dan lain-lain, baik kepada pegawai yang dipindahkan ke pihak lain maupun yang tetap di perusahaan," beber Hotman David.

Selain itu, sambungnya, diduga ada upaya sepihak dari oknum - oknum tertentu untuk meminta pegawai Jiwasraya menandatangani surat penyataan kesediaan migrasi dan surat pengunduran diri secara mendadak dan mendesak.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Batal Pulkam, Pemerintah Hapus Libur Natal 2021

Rabu, 27 Oktober 2021 | 12:13 WIB

Gaduh Kabar Megawati Sakit, PDIP Beri Bantahan

Kamis, 9 September 2021 | 13:56 WIB
X