Siraman Panjang, Tradisi Maulid Nabi yang Masih Lestari di tengah Pandemi

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:36 WIB
Tradisi siraman panjang di Keraton Kasepuhan Cirebon jelang Maulid Nabi Muhammad SAW yang masih lestari di tengah  Pandemi Covid 19. (Ayocirebon.com/Erika Lia L)
Tradisi siraman panjang di Keraton Kasepuhan Cirebon jelang Maulid Nabi Muhammad SAW yang masih lestari di tengah Pandemi Covid 19. (Ayocirebon.com/Erika Lia L)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM- Tradisi siraman panjang di Keraton Kasepuhan Cirebon masih lestari di tengah pandemi. Digelar sepekan menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW atau masyarakat Cirebon mengenalnya dengan istilah Muludan.

Tradisi siraman panjang merupakan ritual pencucian piring dan benda pusaka lain, seperti guci maupun botol kristal 600 - 700 tahun, sebelum tradisi Panjang Jimat yang merupakan puncak peringatan Maulid Nabi.

Dalam siraman panjang, terdapat 9 piring utama yang diyakini peninggalan Wali Songo. Kelak, ke - 9 piring dan benda pusaka lain yang dicuci hari ini, akan digunakan untuk membawa makanan yang disebut nasi jimat maupun air serbat, pada upacara Panjang Jimat sebagai puncak Maulid Nabi.

Di Bangsal Pungkuran komplek Keraton Kasepuhan Cirebon, ritual siraman panjang digelar dengan dipimpin Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, Rabu, 13 Oktober 2021.

Piring - piring yang dicuci hari ini memiliki tampilan mengesankan dengan kaligafi arab yang mengitari sekelilingnya. Pun begitu dengan guci yang turut direndam dan dibersihkan menggunakan air di sebuah kotak besar.

Aktivitas pencucian di depan kotak besar berisi air itu menjadi pusat ritual. Perlakuan terhadap benda - benda pusaka, mulai ketika dikeluarkan dari ruang penyimpanan hingga mengeluarkannya dari bungkusan kain putih, cara memegangnya, hingga selama pencucian dan pasca pencucian, dilaksanakan sedemikian khidmat oleh para abdi dalem Keraton kasepuhan Cirebon.

Sejumlah abdi dalem Keraton Kasepuhan Cirebon mencuci beberapa guci pusaka berusia ratusan tahun salam tradisi siraman panjang menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW. (Ayocirebon.com/Erika Lia L)

"Piring - piring peninggalan Wali Songo ini dicuci sebelum kemudian dikeluarkan lagi saat upacara panjang jimat," tutur Sultan Sepuh XV Pangeran Raja Adipati Luqman Zulkaedin sesuai siraman panjang.

Luqman yang tengah menghadapi konflik internal berupa pengakuan sejumlah orang sebagai pihak yang berhak atas tahta Kesultanan Kasepuhan ini meyakinkan, secara keseluruhan prosesi siraman panjang berjalan lancar.

"(Siraman panjang) berjalan lancar dengan mengutamakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid 19," cetus Sultan Sepuh XV Pangeran Raja Adipati Luqman Zulkaedin.

Pada akhirnya kekhidmatan siraman panjang buyar ketika massa menyeruak masuk ke Bangsal Pungkuran. Seperti yang sudah - sudah, warga dari beragam penjuru -- yang rerata merupakan kerabat kesultanan -- berlomba untuk meraup air bekas siraman panjang.

Mereka meyakini, air bekas siraman panjang mengandung berkah. Bagaimana tidak, barang yang dicuci di dalam air itu dinilai mereka keramat yang menyebabkan apapun yang membekas darinya pula bernilai.

"Buat minta barokah, untuk kesembuhan yang sakit, untuk kelancaran rezeki, ada sababiyahnya (adanya sebab, dalam hal ini kekeramatan)," ungkap Saiman, warga Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, sebagai salah satu warga yang berebut air bekas siraman panjang.

Hari itu, air bekas siraman panjang dia masukkan ke dalam wadah yang telah dia siapkan. Bukan hanya untuk diri dan keluarga, Saiman mengaku ketitipan untuk membawa air bekas siraman panjang dari sejumlah tetangganya.

Pria ini menjadi salah satu dari sekian banyak warga yang setia mewadahi air bekas siraman panjang setiap tahun. Dia seolah tak keberatan berebut air bersama warga lain, sekalipun pandemi belum usai.

Seakan mengesampingkan Covid 19 yang masih mewabah, Saiman tetap meyakini, air bekas siraman panjang layak diperjuangkan demi beroleh berkah yang terkandung di dalamnya.

"Airnya nanti bisa buat mandi dan lain - lain, tapi diminum sih enggak," ujarnya menerangkan "cara kerja" air bekas siraman panjang itu akan melumuri dirinya dengan keberkahan.***

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Serba Serbi Salat Jumat, Laki laki Wajib Tahu

Jumat, 1 Oktober 2021 | 12:35 WIB

Jelang Persib vs PSM Makassar, 5 Pemain Persib Absen

Kamis, 30 September 2021 | 17:08 WIB

Persib vs Borneo FC, Laga Pembuktian 2 Tim Tangguh

Selasa, 21 September 2021 | 16:34 WIB

Warna Baru Yamaha FreeGo, Kian Modern dan Elegan

Kamis, 16 September 2021 | 18:55 WIB

Kemenangan Persib Sisakan Problem di Lini Tengah

Senin, 13 September 2021 | 07:52 WIB
X