Tayangan Ramadan di TV, Antara Hiburan Atau Syiar Islam

- Jumat, 7 Mei 2021 | 14:10 WIB
ilustrasi televisi. (Pixabay/Pexels)
ilustrasi televisi. (Pixabay/Pexels)

AYOCIREBON.COM -- Bulan Ramadan kerap menjadi bagian tak terpisahkan dari stasiun TV berlomba-lomba menarik pemirsa untuk menyaksikan tayangan menjelang sahur dan menjelang berbuka. Mereka para pengelola televisi yang ada di tanah air merasa perlu memanfaatkan momentum ini untuk bisa meraih rating tertinggi.

Tak mengherankan semua stasiun TV yang ada menampilkan tayangan yang menarik dan memikat pemirsa untuk tidak mengalihkan channelnya. Itulah salah satu strategi yang dilakukan agar mampu menyemarakkan suasana Ramadan dan pemirsa terhibur karenanya.

Dominasi sajian dakwah, sinetron dan talkshow menjadi realita yang ada di layar kaca. Tak ada yang bisa disalahkan karena pengelola televisi tak mungkin menyuguhkan tayangan yang sekedar mengedepankan idealisme semata. Tayangan yang ada haruslah disukai pemirsa dan bisa mendapatkan iklan sebanyak-banyaknya. Dengan begitu pemasukan untuk stasiun televisi akan terdongkrak karena bulan Ramadan merupakan momentum terbaik agar bisa meraih pemasukan yang sebesar-besarnya.

AFP menyebutkan berdasarkan sebuah riset, 90 persen pemirsa di Timur Tengah menyaksikan acara televisi lokal. Sama seperti di Indonesia, siaran religi di Timur Tengah akan menghiasi layar televisi pada periode menjelang berbuka puasa dan sahur. Periode yang menarik banyak penonton itu memiliki harga iklan yang tinggi

Jelas sudah dan tak bisa dipungkiri tayangan Ramadan di televisi menjadi bagian strategi pasar setiap stasiun televisi untuk bisa meraih pemasukan yang cukup besar dari iklan.

Tentu saja selama tayangan itu sesuai dengan koridor keislaman sah-sah saja tayangan itu ditampilkan di depan pemirsa. Namun begitu, tak jarang ada pula tayangan Ramadan di televisi tetapi justru malah dibumbui dengan senda gurau yang berlebihan.

Waktu menjelang sahur sesungguhnya waktu yang sangat sakral bagi seorang muslim untuk beribadah karena itu sepertiga malam akhir. Tetapi di lain pihak pengelola televisi paham betul jika saat itu banyak orang yang sudah bangun. Sehingga kesempatan ini tak boleh dilewatkan untuk bisa menarik perhatian pemirsa dan dihadirkan agar mampu menyaingi tayangan di stasiun televisi sebelah.

Bahkan setiap stasiun televisi memiliki tayangan yang menjadi andalan mereka guna membuat pemirsa tertarik menyaksikannya. Memang setiap tayangan yang dihadirkan pada  stasiun TV yang ada kendali untuk menentukan layak atau tidaknya ditonton adalah di tangan pemirsa itu sendiri. Namun fungsi pengawasan pun tetap mesti dilakukan instansi terkait seperti KPI.

Tak jarang balutan tetap tayangan Ramadan tetapi adakalanya dibumbui dengan adegan kekerasan, bahkan terkadang tayangan tersebut tak memiliki nilai syiar dakwahnya melainkan lebih mengandalkan faktor hiburan semata.  

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Amankah Bayi Minum ASI dari Ibu Penderita Covid 19?

Jumat, 24 September 2021 | 16:36 WIB

Mimpi Selingkuh? Simak Alasan dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 18 September 2021 | 16:46 WIB

Adab Membawa Al Quran Digital pada Ponsel ke Kamar Mandi

Jumat, 17 September 2021 | 15:38 WIB

Rekomendasi Game Terbaru 2021 yang Wajib Coba!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:52 WIB

Ini Kelebihan Jaringan 5G, Gamer Wajib Baca!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 09:18 WIB

Kiat Merawat Wajah Alami di Rumah, Murah dan Praktis!

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 13:49 WIB
X