Dampak Siklon Tropis Jadi Pelajaran Penanggulangan Bencana

- Jumat, 30 April 2021 | 14:37 WIB
Situasi pascabanjir bandang yang menerjang Kabupaten Lembata, NTT, pada Minggu (4 April 2021) menyebabkan 11 orang warga meninggal dunia. (BPBD Kabupaten Lembata)
Situasi pascabanjir bandang yang menerjang Kabupaten Lembata, NTT, pada Minggu (4 April 2021) menyebabkan 11 orang warga meninggal dunia. (BPBD Kabupaten Lembata)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Dampak siklon tropis Seroja yang terjadi di beberapa kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur jadi pembelajaran semua pihak terkait penanggulangan bencana alam. 

Bencana itu diketahui membawa duka yang cukup mendalam. Update terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 4 April 2021 tersebut telah menelan korban jiwa sebanyak 182 orang.

Awal April 2021, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis beberapa kali peringatan dini cuaca ekstrem dan adanya bibit siklon tropis di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara umum, menurut Miming Saepudin, Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, kejadian siklon tropis di dekat Indonesia biasa terjadi antara bulan April - Mei dan November - Desember. 

Siklon tropis Seroja sendiri merupakan siklon terbesar kedua yang terjadi di Indonesia setelah siklon tropis  Kenanga yang pernah terjadi di Selatan Jawa.

"Setelah peringatan dini tersedia dan terinformasikan, maka tantangan lain bagi pemerintah terkait pengurangan risiko dampak bencana adalah bagaimana peningkatan pemahaman dan respon stakeholder atau masyarakat. Peningkatan struktur lingkungan dalam menghadapi bencana juga perlu diperhatikan," ungkap Miming dalam siaran persnya, Jumat, 30 April 2021.

Menurut Perdinan, dosen Institut Pertanian Bogor, BMKG sudah memiliki alat yang cukup baik untuk memberikan peringatan dini tersebut. Hanya saja selanjutnya adalah bagaimana respon pemerintah, khususnya pemerintah daerah terkait laporan tersebut.

"Pertanyaannya adalah bagaimana respon pemerintah menanggapi peringatan dini tersebut? kita harus menginformasikan semuanya dengan cepat dan tepat. Itu yang masih menjadi tantangan," ungkap Perdinan.

Menurut Perdinan, tidak hanya BNPB yang perlu merespon peringatan dini tersebut. Perlu dibangun kesiapsiagaan di tingkat pemerintah daerah bahkan masyarakat. 

"Kolaborasi dari tingkat pusat, daerah, hingga masyarakat perlu dipertajam," tegas Ferdinan.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Amankah Bayi Minum ASI dari Ibu Penderita Covid 19?

Jumat, 24 September 2021 | 16:36 WIB

Mimpi Selingkuh? Simak Alasan dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 18 September 2021 | 16:46 WIB

Adab Membawa Al Quran Digital pada Ponsel ke Kamar Mandi

Jumat, 17 September 2021 | 15:38 WIB

Rekomendasi Game Terbaru 2021 yang Wajib Coba!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:52 WIB

Ini Kelebihan Jaringan 5G, Gamer Wajib Baca!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 09:18 WIB

Kiat Merawat Wajah Alami di Rumah, Murah dan Praktis!

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 13:49 WIB
X