Banyak yang Nikah Dini, MUI Dorong Pendewasaan Usia Perkawinan

- Kamis, 18 Maret 2021 | 17:35 WIB
ilustrasi pernikahan dini. (Pixabay)
ilustrasi pernikahan dini. (Pixabay)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga, mendorong pendewasaan usia perkawinan masyarakat Indonesia. Hal ini setelah MUI melakukan kerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (KPPPA), Kamis (18/3/2021).

Dalam acara itu dibacakan naskah deklarasi gerakan nasional pendewasaan usia perkawinan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Selain itu, ditandatangani nota kesepakatan antara MUI dan KPPPA tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Ketua komisi PRK MUI Siti Marifah Maruf Amin mengatakan, gerakan ini dicetuskan guna membangun kesadaran berbagai pihak agar tidak melakukan perkawinan anak dan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kedewasaan usia anak saat menikah dan mudaratnya perkawinan anak.

Marifah mengatakan peristiwa perkawinan anak di Indoensia menempati peringkat ketujuh tertinggi di dunia. Sementara membiarkan praktik perkawinan anak, ujar dia,  hanya mendatangkan mudharat dan tidak sejalan dengan konsep kemaslahatan yang menjadi ruh syariat Islam. Karenanya ia berharap kerja sama setiap pihak untuk mencegah perkawinan usia anak.

"Oleh karenanya perlu adanya gerakan bersama untuk mengingatkan orang tua, pemuda, perempuan dan anak itu sendiri agar perkawinan hanya dilakukan saat usia dewasa minimal 21 tahun sebagaimana amanat undang-undang perkawinan," katanya, melansir Republika.

Pernikahan di Bawah Usia 18 Tahun

Di masa pandemi Covid-19, angka pernikahan dini atau di bawah umur 18 tahun mengalami peningkatan. Diberitakan Suara.com (jaringan Ayocirebon.com), data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyebutkan angka pernikahan dini atau perkawinan anak pada usia dini meningkat menjadi 24 ribu saat pandemi.

Dalam catatan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, terdapat 34.000 permohonan dispensasi yang diajukan pada Januari hingga Juni 2020. Sebanyak 97% permohonan dikabulkan. 60% yang mengajukan dispensasi pernikahan adalah anak di bawah 18 tahun.

Faktor yang menyebabkan meningkatnya pernikahan dini di tengah pandemi antara lain karna masalah ekonomi. Para pekerja banyak yang diberhentikan. Keadaan ekonomi yang sulit membuat beberapa orangtua beranggapan bahwa dengan menikahkan anak mereka dapat meringankan beban keluarga. Padahal, banyak sisi negatif yang di sebabkan oleh pernikahan dini.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Rekomendasi Game Terbaru 2021 yang Wajib Coba!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:52 WIB

Ini Kelebihan Jaringan 5G, Gamer Wajib Baca!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 09:18 WIB

Kiat Merawat Wajah Alami di Rumah, Murah dan Praktis!

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 13:49 WIB

Link Live Streaming Upacara Hari Kemerdekaan ke-76 RI

Selasa, 17 Agustus 2021 | 05:58 WIB
X