Tabayun, Kunci Memastikan Kualitas Konten di Media Sosial

- Jumat, 12 Maret 2021 | 10:12 WIB
ilustrasi. (Facebook.com/yeepod)
ilustrasi. (Facebook.com/yeepod)

PRINGSEWU, AYOCIREBON.COM -- Media sosial membawa informasi yang sangat banyak sehingga terkadang sulit untuk mengetahui kadar kualitas konten yang kita lihat. Karena itu, saat banjir informasi terjadi di era digital ini, perlu proses meneliti atau klarifikasi alias tabayun.

Menurut Ketua Lembaga Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Pringsewu Hasbi Athoillah, segala informasi baik maupun negatif tidak boleh langsung disebarkan sebelum diverifikasi dan dilakukan proses tabayun serta dipastikan kemanfaatannya.

“Tabayun meliputi memastikan sumbernya terpercaya atau tidak, isi dan maksud beritanya baik atau tidak, dan juga harus memastikan konteks tempat dan waktu serta latar belakang saat informasi tersebut disampaikan,” jelasnya, dilansir dari laman resmi NU, Jumat (12/3/2021).

Upaya tabayun terhadap informasi juga harus dilakukan secara tertutup kepada pihak yang terkait dan kompeten. “Jangan secara terbuka di ranah publik seperti melalui grup media sosial sehingga berita yang tidak jelas tersebut beredar luas ke publik,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini memberikan kemudahan bagi semua orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. Kemudahan ini bukan hanya dapat mendatangkan kemaslahatan bagi umat manusia namun membawa kemudlaratan.

Hal negatif bisa terjadi karena sikap tidak tanggung jawab dengan menyebar informasi yang tidak benar, hoaks¸ fitnah, ujaran kebencian, dan hal terlarang lainnya yang menyebabkan disharmoni sosial.

“Hal ini bisa jadi karena kesengajaan ataupun karena ketidaktahuan, yang akhirnya bisa menimbulkan kemafsadatan di tengah masyarakat. Malah saat ini, banyak juga pihak yang menjadikan konten media digital yang berisi hal negatif untuk memperoleh simpati sampai mencari keuntungan politik serta ekonomi,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan agar masyarakat menjadikan media sosial sebagai sarana mempererat persaudaraan (ukhuwah), baik persaudaraan ke-Islaman (ukhuwah Islamiyyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyyah), maupun persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyyah).

“Kita harus sadar, informasi di media sosial memiliki kemungkinan benar dan juga kemungkinan salah. Informasi yang baik di media sosial juga belum tentu benar, benar belum tentu bermanfaat, bermanfaat belum tentu cocok untuk disampaikan ke ranah publik dan tidak semua informasi yang benar itu boleh dan pantas disebar ke ranah publik,” jelas alumni Pesantren Al Falah Ploso Kediri Jawa Timur ini.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Mimpi Selingkuh? Simak Alasan dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 18 September 2021 | 16:46 WIB

Adab Membawa Al Quran Digital pada Ponsel ke Kamar Mandi

Jumat, 17 September 2021 | 15:38 WIB

Rekomendasi Game Terbaru 2021 yang Wajib Coba!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:52 WIB

Ini Kelebihan Jaringan 5G, Gamer Wajib Baca!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 09:18 WIB

Kiat Merawat Wajah Alami di Rumah, Murah dan Praktis!

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 13:49 WIB
X