Masa Uji Praklinis Vaksin Merah Putih April

- Rabu, 10 Maret 2021 | 14:25 WIB
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (Ayobandung.com)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Kabar baik datang dari usaha pengembangan vaksin Covid-19 di dalam negeri. Vaksin Merah Putih, nama bagi vaksin Covid-19 produksi Indonesia, diharapkan bisa memasuki masa uji praklinis April mendatang.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono menyampaikan perkembangan vaksin Merah Putih untuk Covid-19 yang tengah dikembangkan enam institusi. Ia menjelaskan, vaksin yang dikembangkan oleh Lembaga Biologi dan Molekuler (LBM) Eijkman menjadi yang paling maju dibandingkan lima institusi lain.

"Prediksi ke depan sitvaksin Eijkman itu akan capai uji praklinis April-Mei 2021. Kemudian uji fase I mudah-mudahan kita bisa kejar sampai nanti Juni 2021," ujar Dante dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, Rabu (10/3).

Setelah itu, Kementerian Kesehatan akan menyusun panel ahli independen untuk setiap riset dan tahapan vaksin. Namun ia menjelaskan, tahap perkembangan berikutnya tergantung pada kemampuan pengembang vaksin dalam uji praklinis.

"Kemenristek dan Kemenkes untuk menilai bahwa apakah vaksin yang didevelop dari lembaga-lembaga itu mempunyai hasil yang positif untuk dilanjutkan secara evidence based, ilmiah, sampai tahap produksi," ujar Dante.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, vaksin Merah Putih ditargetkan mendapatkan izin otorisasi penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) pada November 2022. Dengan durasi kegiatan sejak saat ini selama 19 bulan.

"Diakselerasi prosesnya menjadi bulan Juni 2022, durasi kegiatan 15 bulan," ujar Bambang.

Diketahui, pemerintah kembali membuka peluang kerjasama dengan pihak industri swasta nasional untuk turut serta menyukseskan percepatan pengembangan vaksin Merah Putih dalam penanganan pandemi Covid-19 jangka panjang. Sebab, pemerintah mempersiapkan proses pengadaan vaksin hingga tahapan industrial demi terjaminnya produksi vaksin dalam jumlah besar.

"Dibuka seluas-luasnya, dibawah koordinasi pemerintah untuk hilirisasi, baik meningkatkan kapasitas produksi, memfasilitasi proses uji praklinis dan uji klinis, maupun meluaskan target pasar," kata Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Amankah Bayi Minum ASI dari Ibu Penderita Covid 19?

Jumat, 24 September 2021 | 16:36 WIB

Mimpi Selingkuh? Simak Alasan dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 18 September 2021 | 16:46 WIB

Adab Membawa Al Quran Digital pada Ponsel ke Kamar Mandi

Jumat, 17 September 2021 | 15:38 WIB

Rekomendasi Game Terbaru 2021 yang Wajib Coba!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:52 WIB

Ini Kelebihan Jaringan 5G, Gamer Wajib Baca!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 09:18 WIB

Kiat Merawat Wajah Alami di Rumah, Murah dan Praktis!

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 13:49 WIB
X