Pemda Diminta Kendalikan Aktivitas Sosial Ekonomi saat Covid-19 Meninggi

- Senin, 28 Desember 2020 | 14:59 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (BNPB)
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (BNPB)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Pemerintah daerah diminta mengendalikan aktivitas sosial ekononomi bilama kasus Covid-19 mengalami lonjakan yang signifikan. Sementara, setiap harinya pun tambahan kasus Covid-19 Indonesia rata-rata sampai 6.000 jiwa.

 "Aktivitas sosial ekonomi harus dikendalikan pada saat kasus meningkat," ujar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat dikonfirmasi, Senin (28/12).

Wiku juga mengingatkan masyarakat bahwa risiko krisis tenaga kesehatan itu nyata. Jumlah fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang melayani pasien Covid-19 semakin terbatas, seiring dengan melonjaknya kasus harian. Tak hanya itu, tak sedikit pula tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 sehingga jumlahnya ikut berkurang.

 Wiku mengatakan, penularan infeksi virus corona masih cukup tinggi saat ini. Risiko penularan semakin tinggi seiring dengan tingginya mobilitas manusia di masa libur akhir tahun ini. Wiku meminta masyarakat agar tidak lengah menjalankan protokol kesehatan, lantaran langkah ini masih diyakini menjadi jurus terampuh menekan penularan Covid-19.

"Kita harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Bila kasus terus meningkat karena terjadi penularan yang tinggi, dan kasusnya pun tinggi, maka jumlah fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan tidak akan cukup," ujar Wiku.

Sebelumnya, Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat jumlah kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia akibat Covid-19 terus mengalami peningkatan. IDI menyebut bertambahnya jumlah tenaga medis yang terinfeksi ini sebagai salah satu dampak dari peningkatan jumlah penderita Covid-19, baik yang dirawat maupun yang OTG (Orang Tanpa Gejala)

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Adib Khumaidi, mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun Tim Mitigasi PB IDI, dari Maret hingga pertengahan Desember 2020, terdapat total 369 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid-19. Jumlah itu terdiri dari 202 dokter dan 15 dokter gigi, dan 142 perawat.

Pada awal Desember sebanyak 342 tenaga medis yang meninggal dunia. Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 107 dokter umum (empat guru besar), dan 92 dokter spesialis (tujuh guru besar), serta dua residen, dan satu dalam verifikasi yang keseluruhannya berasal dari 24 IDI wilayah (provinsi) dan 92 IDI cabang (kota/kabupaten).

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Adab Membawa Al Quran Digital pada Ponsel ke Kamar Mandi

Jumat, 17 September 2021 | 15:38 WIB

Rekomendasi Game Terbaru 2021 yang Wajib Coba!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:52 WIB

Ini Kelebihan Jaringan 5G, Gamer Wajib Baca!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 09:18 WIB

Kiat Merawat Wajah Alami di Rumah, Murah dan Praktis!

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 13:49 WIB

Link Live Streaming Upacara Hari Kemerdekaan ke-76 RI

Selasa, 17 Agustus 2021 | 05:58 WIB
X