Membiarkan Tetangga Lapar Saat Kita Kenyang, Begini Kata Rasul

- Selasa, 28 April 2020 | 15:18 WIB
ilustrasi menahan lapar. (shutterstock)
ilustrasi menahan lapar. (shutterstock)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Rasulullah dikenal sebagai sosok pemimpin negara yang berjiwa sosial tinggi. Beliau tak menganggap orang yang acuh pada tetangganya yang kelaparan sebagai orang yang beriman kepadanya.

Dilansir Republika.com, sikap sosial Rasulullah SAW datang dari diri sendiri dan bimbingan langsung Allah SWT. Sehingga tak heran jika siapapun orang yang berada di dekat Rasulullah pasti mendapatkan keberkahan, baik secara rohani dan materi.

Dalam buku Harta Nabi karya Abdul Fattah As-Samman dijelaskan, Rasulullah memberikan kelimpahan anugerah kepada para sahabat beliau. Di mana para sahabat dapat hidup berkecukupan karena keberkahan yang tercurah pada Rasulullah SAW dari Allah SWT.

Dalam hadirs riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Wahai kaum Anshar, bukankah aku mendapati kalian tersesat lalu Allah memberikan petunjuk kepada kalian karenaku? Kalian dahulu tercerai-berai hingga Allah berkenan mempersatukan kalian karenaku. Kalian dahulu menderita hingga Allah berkenan memberikan kemakmuran kepada kalian karenaku,”.

Mengapa banyak sahabat Rasulullah yang mendapatkan kemakmuran? Jika dilihat kebijakan-kebijakan Rasulullah, kita dapat mengetahui bahwa beliau sangat menegakkan syariat dan berfokus pada pemenuhan kebutuhan orang-orang fakir.

Karena itu, Rasulullah mengharuskan adanya alokasi khusus dengan jumlah tertentu dari harta orang-orang kaya. Rasulullah dalam hadits riwayat Imam Bukhari bersabda: “Zakat yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka lalu didistribusikan kembali kepada kaum miskin di antara mereka,”.

Dengan kebijakan semacam itu, hal itu pastilah efektif untuk mendorong kalangan kaya dan berpunya berinfak. Kelompok masyarakat kelas menengah cenderung membelanjakan segala sesuatu yang diterimanya sehingga berpotensi memacu perputaran ekonomi secara kompleks.

Karena itu, Rasulullah menjadikan masyarakat itu kuat, terjamin, dan terdorong untuk memerangi kekafiran serta membantu mereka. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah beriman kepadaku orang yang kenyang semalaman sedangkan tetangganya kelaparan di sampingnya, padahal ia mengetahuinya." (HR At-Thabrani).

Sementara, Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, dalam bukunya yang berjudul Minhajul Muslim menyebutkan, orang Islam meyakini bahwa tetangga memiliki hak-hak atas dirinya. Di antaranya yaitu, berbuat baik kepada tetangganya. Seperti menolongnya jika ia meminta pertolongan, membantunya jika ia meminta bantuan, menjenguknya jika ia sakit, menghiburnya jika ia mendapat musibah, mengucapkan selamat jika ia bahagia, dan sebagainya.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Amankah Bayi Minum ASI dari Ibu Penderita Covid 19?

Jumat, 24 September 2021 | 16:36 WIB

Mimpi Selingkuh? Simak Alasan dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 18 September 2021 | 16:46 WIB

Adab Membawa Al Quran Digital pada Ponsel ke Kamar Mandi

Jumat, 17 September 2021 | 15:38 WIB

Rekomendasi Game Terbaru 2021 yang Wajib Coba!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:52 WIB

Ini Kelebihan Jaringan 5G, Gamer Wajib Baca!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 09:18 WIB

Kiat Merawat Wajah Alami di Rumah, Murah dan Praktis!

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 13:49 WIB
X