Menanti Senjakala di Tepi Tol Cisumdawu

- Rabu, 3 Maret 2021 | 19:14 WIB
Warga menyaksikan sejumlah alat berat di lokasi bakal pembangunan Tol Cisumdawu di Desa Palasah, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. (Ayocirebon.com/Erika Lia)
Warga menyaksikan sejumlah alat berat di lokasi bakal pembangunan Tol Cisumdawu di Desa Palasah, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM -- "Mending jual padi jeung anak incu (lebih baik menjual padi untuk anak cucu)," ungkap Fatulloh (72), warga Blok/Dusun Benggala, Desa Palasah, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Kalimat itu meluncur ketika Ayocirebon.com menyinggung perubahan yang dialami Fatulloh setelah kehilangan sebagian lahan pertanian demi pembangunan Tol Cisumdawu. Pria beranak 3 ini kehilangan hampir 1 ha tanah yang ditanami padi maupun pohon buah.

"Ada 600 bata (luas 1 bata sama dengan sekitar 14 meter persegi)," katanya menyebut luas lahan miliknya yang dibeli untuk pembangunan Tol Cisumdawu.

Seraya bercakap-cakap dengan Ayocirebon.com di teras rumah, Selasa (2/3/2021) sore, Fatulloh sesekali membuat simpul tali plastik pada salah satu lengannya. Tangan yang lain menjalin tali beraneka warna itu, sebelum kemudian dia tumpuk di sampingnya.

Tak jauh dari tempat dia duduk, 2 gadis kecil tengah bermain ayunan yang diletakkan di salah satu sisi teras rumah. Fatulloh menyebut mereka sebagai cucu.

Di antara seru dan tawa cucu-cucunya, kakek bercucu 6 orang ini menceritakan, lahan miliknya yang dibeli untuk Tol Cisumdawu terletak di Blok Encet, tak jauh dari dusun tempat dia tinggal. Sebagai kompensasi, Fatulloh menerima sekitar Rp5 juta/bata.


Fatulloh, salah satu warga Desa Palasah, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, yang aset pribadinya terdampak Tol Cisumdawu. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

Menurutnya, uang kompensasi sudah diterima sejak sekitar 2 tahun terakhir. Saat ini, sebagian uang itu sudah berwujud rumah, mobil, serta tabungan bagi kelangsungan hidup keluarganya kelak.

Meski begitu, dia tak menampik terdapat perubahan dalam hidupnya sejak sebagian lahan pertaniannya hilang. Dia tak lagi dapat menjumpai sebagian padi dan pepohonan yang biasa dipeliharanya.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Ciayumajakuning Berpotensi Kembali Hujan Hari ini

Sabtu, 20 November 2021 | 08:40 WIB

Rencana Pemadaman Listrik Indramayu, 20 November 2021

Sabtu, 20 November 2021 | 06:16 WIB

BMKG Memperkirakan Ciayumajakuning Hujan

Jumat, 19 November 2021 | 09:45 WIB

Info SIM Keliling Indramayu, 19 November 2021

Jumat, 19 November 2021 | 07:33 WIB

Cek Lokasi Samsat Keliling Indramayu, 19 November 2021

Jumat, 19 November 2021 | 07:07 WIB

Jadwal Pemadaman Listrik Kuningan, 18 November 2021

Kamis, 18 November 2021 | 10:02 WIB

Cek Jadwal Samsat Keliling Cirebon, 18 November 2021

Kamis, 18 November 2021 | 07:16 WIB

Jadwal Samsat Keliling Majalengka, 18 November 2021

Kamis, 18 November 2021 | 07:10 WIB
X