Perempuan Berdaya, Solusi Tekan Angka Kekerasan

- Kamis, 19 November 2020 | 15:26 WIB
ilustrasi -- Penari dari Sanggar Seni Sekar Laras menampilkan tarian dalam rangkaian acara Menari Selama 21 Jam demi memperingati Hari Kartini di Taman Cikapayang, Jalan Ir.H.Juanda, Kota Bandung, Minggu (21/4/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)
ilustrasi -- Penari dari Sanggar Seni Sekar Laras menampilkan tarian dalam rangkaian acara Menari Selama 21 Jam demi memperingati Hari Kartini di Taman Cikapayang, Jalan Ir.H.Juanda, Kota Bandung, Minggu (21/4/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Faktor ekonomi disinyalir menjadi indikator dominan dalam kasus-kasus kekerasan yang dihadapi perempuan. Pemberdayaan bagi mereka pun diperlukan untuk menekan fenomena kekerasan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Tresnawaty memandang, sektor pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi hal krusial yang layak diupayakan saat ini, khususnya kala pandemi belum usai.

"Para perempuan korban kekerasan saat ini paling membutuhkan penanganan dan pendampingan yang kami sinyalir rata-rata karena karena faktor ekonomi," paparnya.

Di Cirebon sendiri, saat ini telah terbentuk Women's March Cirebon. Di antara mereka terdapat anak-anak muda yang turut merespon isu-isu kekerasan perempuan di Kota Cirebon.

Pihaknya sendiri mengapresiasi geliat aktivisme anak mudah untuk menyikapi isu kekerasan perempuan hingga keadilan gender. Women's March Cirebon sendiri berencana menggelar kegiatan peringatan hari Anti kekerasan terhadap perempuan awal Desember mendatang.

Namun, Tresnawaty mengingatkan, pandemi telah melahirkan situasi di mana kerumunan dilarang. Karena itu, pihaknya mendorong mereka untuk menggerakkan sektor pemberdayaan ekonomi perempuan.

"Bukannya mengecilkan aksi dan orasi, tapi di masa pandemi tidak boleh berkumpul orang banyak," katanya.

Humas Women's March Cirebon, Adinda mengemukakan, kegiatan awal Desember nanti hendak menyuarakan penghentian terhadap segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Pihaknya berharap, publik bisa mengenali bentuk kekerasan dan cara menghindarinya.

"Peserta juga akan diajarkan melapor bila mendapat tindak kekerasan hingga trauma healing," cetusnya.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Rencana Pemadaman Listrik Indramayu, 25 Oktober 2021

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:46 WIB

Jadwal Samsat Keliling Majalengka, 25 Oktober 2021

Senin, 25 Oktober 2021 | 05:00 WIB
X