Kota Cirebon Catat Kasus Covid-19 Tertinggi, Masyarakat Masih Sangsi

- Senin, 9 November 2020 | 15:25 WIB
Umat muslim melaksanakan salat di Masjid Raya At Taqwa, Kota Cirebon, dengan penerapan prokes pencegahan Covid-19. (Ayocirebon.com/Erika Lia)
Umat muslim melaksanakan salat di Masjid Raya At Taqwa, Kota Cirebon, dengan penerapan prokes pencegahan Covid-19. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Menjelang setahun pandemi Covid-19 di Indonesia, sejumlah masyarakat masih menyangsikan ancamannya. Di sisi lain, Kota Cirebon sempat mencatatkan penambahan kasus tertinggi.

Aktivitas keseharian di ruang publik yang cukup hiruk pikuk rupanya telah kembali menciptakan fenomena atas eksistensi Covid-19. Di awal pandemi, sebagian orang menyangsikan Covid-19 bahkan memunculkan spekulasi yang melatari kelahirannya.

Seorang warga Kota Cirebon, Nunung mengungkapkan, sempat kembali mempertanyakan kehadiran Covid-19 di tengah khalayak. Pandemi seolah terlupakan ketika dirinya mengamati situasi di luar rumah.

"Melihat orang-orang di luar sana, bahkan ada yang enggak pakai masker, seperti Corona enggak ada. Jadi, sebenarnya Corona teh ada atau enggak," ungkap perempuan asal Kecamatan Harjamukti ini saat menceritakannya pengalamannya kepada Ayocirebon.com belum lama ini.

Namun begitu, dia mengaku kesangsiannya atas pandemi yang telah berlangsung sekitar 9 bulan terakhir ini, tak membuatnya lengah terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Mulai mengenakan masker hingga menghindari kerumunan orang tetap dilakukannya.

Lantas, dia sempat berbincang dengan salah satu tetangganya yang terkonfirmasi positif. Sang tetangga, sepasang suami istri, tertahan di Sulawesi Selatan pasca terkonfirmasi positif.

Mereka diketahui tetap tak bisa pulang ke Cirebon, meski kini telah terkonfirmasi negatif. Sebabnya, pemulihan mereka membutuhkan waktu terhitung cukup lama setelah salah seorang di antara pasangan itu diketahui memiliki penyakit yang membuat kondisi kesehatannya terganggu pasca terserang virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

"Saya ngobrol sama mereka (tetangga) di telepon, tanya gimana rasanya, beneran apa enggak seperti yang disebut-sebut di berita-berita. Katanya, beneran, gejalanya juga parah, mereka sampai sesak napas dan jadi ketakutan," tuturnya.

Obrolan dengan tetangganya itu kembali membangkitkan keyakinannya atas kehadiran Covid-19. Penerapan prokes pun tetap dilakukannya seperti biasa.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Agenda Padam Listrik Cirebon, 16 Oktober 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 06:17 WIB

Info Padam Listrik Cirebon, 16 Oktober 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 06:07 WIB

Jadwal Pemadaman Listrik Kuningan, 16 Oktober 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 06:01 WIB

Papan Reklame di Tol Kertajati Raib Diduga Dicuri

Jumat, 15 Oktober 2021 | 16:02 WIB

Rencana Pemadaman Listrik Indramayu, 15 Oktober 2021

Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:04 WIB

Ini Jadwal SIM Keliling Majalengka, 15 Oktober 2021

Jumat, 15 Oktober 2021 | 06:48 WIB
X