Pasca Penangkapan Pembunuh Santri, Keamanan di Kota Cirebon Ditingkatkan

- Senin, 9 September 2019 | 20:01 WIB
Dua pelaku pembunuh santri Ponpes Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, dibekuk aparat Polres Cirebon Kota melalui operasi gabungan bersama TNI dan instansi terkait lain. (Erika Lia/Ayocirebon.com)
Dua pelaku pembunuh santri Ponpes Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, dibekuk aparat Polres Cirebon Kota melalui operasi gabungan bersama TNI dan instansi terkait lain. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Pasca penusukan seorang santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, Mohamad Rozien (17) pada Jumat (6/9/2019) malam lalu, kepolisian meningkatkan operasi penyakit masyarakat dan penyitaan kepemilikan senjata tajam (sajam).

Polisi diketahui telah meringkus dua orang yang diduga pelaku pembunuh Rozien, masing-masing berinisial YS dan RM. Keduanya ternyata dalam pengaruh obat-obatan kala menusuk santri asal Kalimantan yang tengah menanti kedatangan sang ibu.

"Saat melakukan itu (penusukan) pelaku dalam pengaruh obatan-obatan," kata Kapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldy, Senin (9/9/2019).

YS dan RM sempat membeli obat keras kepada seseorang berinial JH pada Jumat sore sebelum penusukan. Setiap pelaku mengonsumsi 20 butir.

Satuan Norkoba Polres Cirebon Kota sendiri telah mengamankan JH di sekitar Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, pada pagi ini. Kepada polisi, JH mengaku baru sekitar dua bulan menjual obat-obatan keras.

"JH menjual sejumlah obat keras, seperti tramadol, trihex, dextro, dan lainnya. Dia menjual Rp1.000/butir," ungkap Roland.

Pihaknya mengamankan 900 butir obat keras berbagai jenis dari tangan JH. Roland memastikan pemberantasan obat-obatan keras yang dijual tak sesuai aturan atau pengawasan medis karena berpotensi menimbulkan efek negatif.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 179 juncto 196 Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Wakapolres Cirebon Kota, Kompol Marwan Fajrin sementara itu meyakinkan, kepolisian akan meningkatkan koordinasi dengan petugas keamanan di sejumlah obyek vital, seperti mal, sekolah, bank, perkantoran, dan lainnya, sebagai antisipasi kejahatan jalanan.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

57 Unit Kendaraan Dinas di Indramayu Hilang

Jumat, 24 September 2021 | 07:50 WIB

Ayo Perpanjang SIM di SIM Keliling Majalengka

Jumat, 24 September 2021 | 05:00 WIB

Jadwal Samsat Keliling Indramayu Hari Ini

Jumat, 24 September 2021 | 04:40 WIB

Catat Lokasi Samsat Keliling Cirebon, 24 September 2021

Jumat, 24 September 2021 | 04:25 WIB

Rencana Pemadaman Listrik Indramayu, 23 September 2021

Kamis, 23 September 2021 | 04:15 WIB

Jadwal Pemadaman Listrik Kuningan, 23 September 2021

Kamis, 23 September 2021 | 04:00 WIB

Info Padam Listrik Cirebon, 23 September 2021

Rabu, 22 September 2021 | 21:54 WIB
X