Puluhan Ribu Balita Derita Stunting, Pemkab Indramayu Bentuk Tim Gesit

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:52 WIB
Pemenuhan gizi seimbang pada balita menjadi salah satu upaya mencegah stunting. (Pexels/Sasha Kim)
Pemenuhan gizi seimbang pada balita menjadi salah satu upaya mencegah stunting. (Pexels/Sasha Kim)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM- Puluhan ribu balita di Kabupaten Indramayu menderita stunting atau kondisi gagal tubuh pada anak balita. Pemkab Indramayu pun menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14%.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu atau Dinkes Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara menyebutkan, sebanyak 41.000 balita di Kabupaten Indramayu mengalami stunting.

"Sebanyak 41.000 balita di Indramayu menderita stunting dan status gizi balita di Indramayu di angka 29,19%," ungkapnya, Rabu, 13 Oktober 2021.

Pemkab Indramayu, lanjutnya, telah menargetkan penurunan angka kasus stunting menjadi 14%. Untuk ini, telah dibentuk Tim Gerakan Stunting Indramayu Terpadu (Gesit).

Gesit terdiri dari kepala puskesmas, kepala perangkat daerah, hingga kepala desa se - Kabupaten Indramayu yang berupaya menurunkan angka stunting.

"Penanganan stunting dilakukan tim yang terdiri dari desa, kecamatan, dan kabupaten yang akan menurunkan angka stunting secara konvergensi," tuturnya.

Bupati Indramayu, Nina Agustina mengungkapkan, penanganan stunting menjadi lebih berat di masa Pandemi Covid 19. Nyaris 2 tahun terakhir ini, pandemi telah mempengaruhi kesejahteraan masyarakat sehingga berisiko memicu angka stunting.

"Persoalan stunting masih menjadi tantangan besar dan membutuhkan kerja sama serta kolaborasi seluruh pihak. Terlebih, dalam 2 tahun terakhir masyarakat dihadapkan dengan Pandemi Covid 19 yang mempengaruhi kondisi kesejahteraan, yang dapat memicu naiknya angka stunting," papar Nina Agustina.

Kendati demikian, Pemkab Indramayu optimistis angka stunting dapat diturunkan sesuai target. Untuk ini, Nina Agustina meminta keteribatan seluruh elemen masyarakat untuk mengatasinya, mulai intervensi gizi pada lokasi kelompok sasaran prioritas atau rumah tangga, 1.000 hari pertama kehidupan, hingga menekan pernikahan dini.

 

Stunting sendiri merupakan masalah kurang gizi kronis sebab kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, seorang anak akan mengalami gangguan pertumbuhan, di mana tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Sayangnya, kondisi itu kerapkali dianggap sebagai faktor keturunan atau genetik dari orang tuanya. Tak jarang, masyarakat umumnya tak melakukan apapun untuk mencegahnya.

Kementerian Kesehatan atau Kemenkes mengingatkan, stunting dapat dicegah. Genetika dipandang sebagai faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya ketimbang faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Agenda Padam Listrik Cirebon, 16 Oktober 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 06:17 WIB

Info Padam Listrik Cirebon, 16 Oktober 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 06:07 WIB

Jadwal Pemadaman Listrik Kuningan, 16 Oktober 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 06:01 WIB

Papan Reklame di Tol Kertajati Raib Diduga Dicuri

Jumat, 15 Oktober 2021 | 16:02 WIB

Rencana Pemadaman Listrik Indramayu, 15 Oktober 2021

Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:04 WIB

Ini Jadwal SIM Keliling Majalengka, 15 Oktober 2021

Jumat, 15 Oktober 2021 | 06:48 WIB
X