5 Bulan Tak Terima Paringan, Pengurus BPTAGS Kini Dikabarkan Diberhentikan Sultan Sepuh XV

- Sabtu, 13 November 2021 | 15:08 WIB
Sultan Sepuh XV Pangeran Raja Adipati Luqman Zulkaedin (paling kanan) menerima Sertifikat Penanda Cagar Budaya Tingkat Nasional Taman Air Goa Sunyaragi Cirebon dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. (Dok. Sultan Sepuh XV Pangeran Raja Adipati Luqman Zulkaedin)
Sultan Sepuh XV Pangeran Raja Adipati Luqman Zulkaedin (paling kanan) menerima Sertifikat Penanda Cagar Budaya Tingkat Nasional Taman Air Goa Sunyaragi Cirebon dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. (Dok. Sultan Sepuh XV Pangeran Raja Adipati Luqman Zulkaedin)

KESAMBI, AYOCIREBON.COM- Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kira- kira seperti itulah gambaran atas kondisi para pengurus Badan Pengelola Taman Air Goa Sunyaragi (BPTAGS) yang mengelola objek wisata Goa Sunyaragi, Kota Cirebon.

Sejumlah pengurus BPTAGS sebagai pihak yang mengeloa Goa Sunyaragi sejak Juli diketahui tak menerima honor atau paringan yang sebelumnya rutin mereka terima setiap bulan.

Luka yang sudah terbuka kini digarami kabar pemberhentian para pengurus BPTAGS yang telah mengelola Goa Sunyaragi sejak masa kepemimpinan almarhum Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat.

Pemberhentian para pengurus BPTAGS yang diangkat oleh Sultan Arief dilakukan Sultan Sepuh XV Luqman Zulkaedin, sang penerus yang kini memimpin Kesultanan Kasepuhan Cirebon.

Salah satu pengurus yang sebelumnya menjabat Kabag Humas BPTAGS, Eko Ardi Nugraha mengungkapkan, mereka sudah tak menerima paringan sepanjang Juli - November 2021.

Terdampak itu, sejumlah pengurus pun keluar daru BPTAGS. Sementara, sebagian lainnya mencoba bertahan sebab menilai keberadaan mereka di BPTAGS sebagai amanah.

"Sebelum pandemi, kami terima paringan. Tapi sejak Juli sampai November ini kami sudah tak terima lagi dan sekitar 5 orang pengurus akhirnya keluar. Memang jumlahnya (nilai paringan) tidak besar, tapi kami bertahan karena memandang ini sebagai amanah dari Sultan Arief," tuturnya kepada Ayocirebon.com.

Sejak kepemimpinan Sultan Luqman, komunikasi BPTAGS dan kesultanan tidaklah terlalu baik. Ke - 2 pihak, diakui Eko, layaknya tengah perang dingin.

Eko pula menyesalkan kondisi Goa Sunyaragi kurang terperhatikan. Beberapa hal yang sedianya merupakan tugas BPTAGS tak dapat terlaksana sebab ketiadaan anggaran pemeliharaan.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Tips Memilih Meja Makan Minimalis Agar Terasa Nyaman

Selasa, 30 November 2021 | 18:36 WIB

DPRD Kota Cirebon Minta SPBU Sediakan APAR

Minggu, 28 November 2021 | 05:10 WIB

DPRD dan Pemda Kota Cirebon Setujui Raperda APBD 2022

Selasa, 23 November 2021 | 19:34 WIB
X