Hari Batik Nasional, Sekilas Batik Mega Mendung khas Cirebon yang Ikonik

- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 12:54 WIB
Seorang pelaku usaha batik Cirebon menunjukkan ragam motif batik mega mendung di atas selembar kain. (Ayocirebon.com/Erika Lia L)
Seorang pelaku usaha batik Cirebon menunjukkan ragam motif batik mega mendung di atas selembar kain. (Ayocirebon.com/Erika Lia L)

PLERED, AYOCIREBON.COM- Setiap 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Saat ini, masyarakat dunia sudah dapat mengidentifikasi batik sebagai warisan dunia dari Indonesia.

Penetapan peringatan Hari Batik Nasional setelah UNESCO mencatatkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009.

Batik dapat terangkat ke tingkat dunia hingga beroleh hari khusus untuk memperingatinya pada Hari Batik Nasional ini sebab denyutnya terus dihidupkan oleh para pebatik - pebatik di Indonesia.

Meski menghadapi tantangan pada regenerasi, sejumlah orang menolak batik meluap seiring zaman, terutama di kota - kota yang melahirkan batik.

Salah satu kota yang menjadikan batik sebagai ikon daerah adalah Cirebon. Batik Cirebon dikenal memiliki beragam motif, termasuk mega mendung yang populer dan ikonik.

Motif batik mega mendung merupakan akulturasi dengan budaya Cina. Menurut seniman Cirebon sekaligus pengajar, Made Casta, mega mendung merupakan visualisasi dari bentuk awan.

"Motif ini merupakan pengaruh dari kebudayaan Cina, bukti - buktinya dapat dilihat pada lukisan - lukisan awan pada piring dari Cina yang menempel pada bangunan di situs Gunung Jati (Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon)," paparnya dikutip ayocirebon.com dari bukunya berjudul "Batik Cirebon, Sebuah Pengantar Apresiasi, Motif, dan Makna Simboliknya".

Motif batik mega mendung, lanjutnya, meniru bentuk - bentuk hiasan piring Cina. Daya tarik motif ini terutama pada tata warna yang berlapis.

Setidaknya terdapat 5 - 7 warna monokromatis pada batik mega mendung. Dia menyebutkan, ada yang memaknai simbolis lapisan warna tersebut.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hore, Waktu Tempuh Kereta Api Kini Lebih Cepat

Rabu, 29 September 2021 | 07:48 WIB
X