Megawati Dikabarkan Sakit hingga Meninggal Dunia, PDIP Kota Cirebon Laporkan YouTuber Hersubeno Arief

- Senin, 13 September 2021 | 17:25 WIB
DPC PDIP Kota Cirebon bersama BBHAR melaporkan akun Hersubeno Arief yang mengabarkan Megawati sakit dan koma hingga dirawat di RSPP ke Polres Cirebon Kota. (Ayocirebon.com/Erika Lia L)
DPC PDIP Kota Cirebon bersama BBHAR melaporkan akun Hersubeno Arief yang mengabarkan Megawati sakit dan koma hingga dirawat di RSPP ke Polres Cirebon Kota. (Ayocirebon.com/Erika Lia L)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- Kabar Megawati Soekarnoputri sakit hingga meninggal dunia dipastikan PDI Perjuangan atau PDIP sebagai hoaks alias informasi bohong. DPC PDIP Kota Cirebon melaporkan seorang YouTuber, Hersubeno Arief atas kejadian itu.

Pelaporan atas Hersubeno Arief dilakukan DPC PDIP ke Polres Cirebon Kota, dengan tudingan menyampaikan kabar tidak benar / bohong tentang Megawati yang dirawat di ICU RSPP akibat koma beberapa hari lalu.

Laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat (dumas) dilakukan Ketua DPC PDIP Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati didampingi Sekretaris Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR), M. Fachri al Farabi, Senin, 13 September 2021. 

Bersama Fitria, tampak pula Sekretaris DPC PDIP Kota Cirebon, Imam Yahya, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Cicip Awaludin, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan Perempuan dan Nelayan, Meinah, Sekretaris Baguna, Ali, serta sejumlah anggota Satgas Cakra Buana.

Fitria mengungkapkan, PDIP merasa dirugikan oleh perbuatan Hersubeno Arief yang mengabarkan Megawati sakit dan koma hingga dirawat di ICU RSPP melalui akun YouTube @Hersubeno Point berjudul "Ketum PDIP Megawati Dikabarkan Koma dan Dirawat di RSPP" yang diunggah 9 September 2021.

Selain YouTube @Hersubeno Point, sejumlah media massa daring pun turut dilaporkan sebab dinilai telah memuat kabar Megawati sakit dengan sumber Hersubeno Arief.

"Ini jelas berita bohong dan fitnah karena Ibu Megawati dalam kondisi sehat. Bahkan, Ibu Megawati hadir di acara peresmian sekolah partai," ungkap Fitria.

Menurut Fachri, tayangan pada beberapa media massa daring yang kemudian viral itu menimbulkan keonaran di tengah masyarakat. Perbuatan Hersubeno Arief dinilai pihaknya telah melanggar Pasal 14 dan 15 Nomor 1 Tahun 1946 jo Pasal 310 KUHP jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2008 jo Pasal 9 ayat (2) UU Nomor 40/1999 tentang Pers dan UU ITE.

"Ini harus diproses hukum, siapa yang berbuat wajib bertanggungjawab. PDI Perjuangan berharap aparat kepolisian bisa menuntaskan masalah ini," tegasnya.***

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warna Baru Yamaha FreeGo, Kian Modern dan Elegan

Kamis, 16 September 2021 | 18:55 WIB

Ini Jadwal Samsat Keliling Majalengka, 13 September 2021

Senin, 13 September 2021 | 05:20 WIB

Kapan PTM Kota Cirebon Dimulai? Ini Jawaban Disdik

Rabu, 1 September 2021 | 09:29 WIB

Terpopuler

X